Catatan Kecil Silvy

November 27, 2020

CATATAN KECIL TENTANG PERGESERAN PEMBELAJARAN

 SELAMA BELAJAR DARI RUMAH

 

Bapak Ibu,  dalam kegiatan PPG yang saya jalani, saya melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . Saya meneliti tentang pergeseran kegiatan belajar mengajar yang terjadi selama belajar dari rumah dimasa pandemik ini. Menurut UU no 14 tahun 2015 tugas pokok  guru, tugas dalam profesi nya  adalah sebagai pendidik profesional , dengan tugas utama :  mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Selama ini kita melaksanakannya secara tatap muka di depan kelas . Namun selama pandemi  kegiatan yang dilakukan  guru dan siswa  mengalami pergeseran. Tugas pokok diatas tidak bisa lagi kita  dilakukan dengan tatap muka didalam kelas, diganti dengan pembelajaran dalam jaringan dan  sesuaikan dengan kondisi pembelajaran dalam jaringan. Contah, di sekolah kita penyesuaiannya dengan mengsederhanakan RPP berbentuk tematik.

Tidak hanya guru, rutinitas siswapun mengalami pergeseran. Siswa tidak harus  bangun pagi, berseragam berangkat ke sekolah dan bertatap muka dengan guru. Mereka cukup membuka jaringan media pembelajaran, maka akan hadirkah kelas dalam kamar mereka. Terlepas mereka menyimak kelas tersebut atau tidak sulit bagi kita untuk mengontrol. Konsep pembelajaran pun bergeser. Tadinya tatap muka satu level yang terdiri dari tiga kelas dilakukan  dalam masing –masing kelas, pada pembelajran daring, pertemuan dilakukan dengan menggabungkan tiga kelas yang selevel sekaligus. Hal ini cukup menyulitkan dalam memantau kehadiran siswa.

Evaluasi pembelajaran yang biasanya dipantau langsung oleh guru di dalam kelas, sekarang dilakukan dalam jaringan jauh dari pemantauan guru. Pengalaman saya, suatu kali saya   memberikan soal berbentuk essay di kelas 10. Hampir semua anak  bisa menjawab dengan baik. Namun bahasanya hampir sama , membuat saya curiga.  Setelah saya coba googling  ternyata kalimat kalimat tersebut hasil googling.

Pergeseran pergeseran diatas ini berdampak pada

  1. Tingkat kehadiran tatap muka siswa dalam jaringan mengalami penurunan dibanding dengan tingkat kehadiran tatap muka didalam kelas.
  2. Disiplin dalam mengumpulkan tugas – tugas mengalami penurunan selama masa pembelajaran dalam jaringan.
  3. Lebih dari 50 % nilai evaluasi pembelajaran tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM )

Menyikapi  pergeseran ini saya  mengambil data pada kelas 12 UPW . Rekapitulasi nya pada siklus pertama adalah sebagai berikut :

Dari grafik diatas terlihat dari total siswa sebanyak 99 orang,  siswa yang  mengikuti google meet sebanya 54 orang. Angka ini cukup tingga, sekitar setengah dari jumlah siswa. Siswa yang nilainya  tidak tuntas berjumlah 47 orang. Angka ini juga mendekati setengah dari jumlah siswa. Untuk tugas terdapat 22 siswa yang tidak mengumpulkan.

Berdasarkan hasil ini, saya mencoba merencanakan tindakan, antara lain :  .

  1. Mengkomunikasikan dengan siswa bahwa mulai minggu ini kehadiran siswa akan dipantau dengan seksama.  Tampilan video di google class room dibuka. Siswa yang kehadirannya tidak bagus, akan dikomunikasikan dengan orang tuanya
  2. Anak diajak untuk membuat buku tugas. Setiap tugas di catat di buku tugas untuk memudahkan mengingatnya. Saya juga menyikapi dengan memberikan tugas menganalisa dan berbeda pada setiap anak. Untuk meminimalisir copy paste dari intenet atau dari tugas teman.
  3. Membuat group wa orang tua namun hanya anak yang “bermasalah” , kemudian menginformasikan tugas yang tidak dikumpulkan siswa pada orang tuanya. Juga meminta bantuan orang tua untuk mengingatkan siswa mempersipkan diri menghadapi evaluasi

Penelitian saya lanjutkan ke siklus kedua, hasilnya adalah sebagai berikut :

Siklus ke dua ini mengalami perubahan . Persentase perubahannya adalah sebagai berikut : tingkat kehadiran  naik : 14 %, ketuntasan nilai naik : 25,5 %, pengumpulan tugas naik : 22,7 %.

Dari semua tahapan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa.

  1. Langkah mengkomunikasikan dengan siswa bahwa kehadiran akan dipantau dengan seksama  dan mengkomunikasikan ketidak hadiran dengan orang tua, membawa perubahan terhadap jumlah kehadiran siswa
  2. Langkah mengajak siswa untuk membuat buku tugas juga membawa perbaikkan pada disiplin pengumpulan tugas
  3. Membuat group wa orang tua walau hanya dengan orang dari anak yang bermasalah saja juga membawa perubahan pada jumlah siswa yang bisa menuntaskan nilai pembelajaran

Berdasarkan penelitian ini, penulis bisa menyarankan

  1. Untuk meningkatkan jumlah kehadiran siswa dalam kegitan belajar daring saat ini, guru harus memantau dengan cermat dan menyampaikannya pada murid
  2. Masalah kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas bisa di bantu dengan mewajibkan siswa membuat kartu soal
  3. Dalam KBM daring seperti saat ini perlu dilibatkan peranan orang tua dalam pengawasan anak.

Demikianlah hasil Penelitian Tindakan Kelas yang saya lakukan. Semoga bermanfaat bagi bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat